Website Covid 19

Category

Mengelola Server/Website/Aplikasi lainnya

Tahun

Pembuatan website covid 19 ini merupakan paksaan dari kepala dinas kominfo kabupaten kuningan pa teddy, beliau memaksa saya untuk segera membuat website covid 19 dikarenakan website covid 19 sebelumnya (dinakhodai bidang Inkom pa yanto dengan menggunakan pihak ketiga pa hermanto dan di online-ka dengan nama domain diluar kuningankab.go.id), menurut beliau dan juga menurut pendapat kepala bidang aptika tampiannya terlalu rumit. Saya pun memang melihat websitenya terlalu melebar ke daleman pasien dan tidak fokus ke statistik paparan sepertihalnya website covid 19 yang sudah viral dan semarak dimana mana. 

Akhirnya saya bersedia membuatkan websitenya, karena menurut pandangan saya membuat website covid 19 seperti website yang sudah saya amati di pemkab-pemkab lainnya sangatlah mudah. Seperti halnya ketika saya ditugaskan membuat webiste profil seseorang ( --tidak saya tulis-- ) dimana saya menyanggupi dan menjajikan selesai dalam 3 hari, maka pada pembuatan website covid ini pun saya menyanggupinya dalam waktu 1 hari.

Maka sajak diperintah sore itu, sore itu juga saya izin ke bu kabid aptika ( b wetty ) tetapi beliau sedikit peringatan/konsesuqensi yang harus diambil apabila mengerjakan website itu, tetapi dengan konsequensi yang memang sdh saya prediksi, saya tetap melaksanakan tugas itu, selanjutnya saya pun memebri tahu TIM IT Diskominfo melaui broadcast WAG yang intinya saya diperintahkan untuk membuat website covid 19.

malemnya saya langsung membuata websitenya, dan dikarenakan segala infrastruktur dan domain utama semua saya pegang, akhirnya website sudah live esok harinya dengan nama nama domain covid19.kuningankab.go.id.

Ya memang tidak langsung bagus dalam 1 hari, paling tidak seminggu baru website tersebut keliatan bentuknya, dan hasilnya menurut saya tidak mengecewakan dan hampir mirip dengan website covid lainnya di pemda lain. Begitupun ketika ada edaran untuk integrasi dari kememkominfo dan surat tersebut langsung diberikan kepala dinas dan juga kepala bidang ke saya, dan beeerbekal pengalaman mengintegrasikan web JDIH, maka saya pun bisa meng-integrasinya hanya dalam hitungan menit. Ketika berhasil terintegasipun saya langsung melaporkannya kepada kepala bidang dan kepala dinas.

Bebera hari/minggu kemudian setelah berhasil diintegrasikan saya sedikit kecewa karena kepala dinas menanyakan kepada saya bahwa kenapa ada pesan whatsapp bahwa covid19 kuningan sudah terintegrasi dengan covid nasional, begitu juga kepala bidang bu wetty yang memberikan statement seolah olah proses integrasi web covid 19 ini berhasil atas bantuan/support dari Kemenkominfo. Tetapi karena saya memahami bahwa di lingkungan kantor sudah terpengaruh untuk mempersepsikan kepada "Some one out there who does not believe by me", maka saya menganggapnya sesuatu yang lumrah dan bahkan seandainya "Some one out there who does not believe by me" mendengar response saya dari kedua statement diatas (tidak buka tutup), someone akan menilai bahwa response jawaban saya adalah sesuatu yang sangat elegant dan cerdas.

Demikian.

Evidence Image