Sehari hari memegang domain, website, server, dan aplikasi tetapi bukan fungsional komputer

Untuk pertama kalinya sejak menjadi CPNS (2005) saya menjadi pemimpin apel, tidak seperti biasanya pemimpin apel adalah pejabat funsional/sub koor, kali ini resmi nama saya tercantum di jadwal petugas upacara, hal yang tidak bisa saya tolak, karena beberapa kali saya menolak karena sebatas pengganti petugas yang sudah terjadwal.

4 atau 5 tahun lalu saya dikejutkan dengan informasi yang bu roro sampaikan bahwa ada informasi/pertanyaan lewat telepon dari BKPSDM yang menanyakan kenapa saya tidak tercantum namanya di daftar pegawai dari diskominfo yang akan diikutsertakan untuk menjadi fungsional komputer. Tidak hanya saya aja yang kaget terkejut, kepala bidang saya juga waktu terkejut, dan akhirnya ditelusurilah ke bagian sekretariat, dan usut punya usut ternyata surat edaran dari bkpsdm tersebut tidak diedarkan ke setiap bagian, dan sekretariat memutuskannya sepihak dan hanya mengirimkan usulan pranata komputer yang pendidikannya sarjana sedangkan saya diploma-3. Akhirnya setelah sedikit ribut-ribut dengan sekretariat, bahkan saya pun dipanggil menghadap ke sekretaris dinas untuk sedikit di interview, akhirnya sekretariat melakukan perbaikan surat usulan dan mencantumkan nama saya di surat usulan tersebut.

Sebenernya saya tidak ingin ribut-ribut ga apalah saya mengalah dan ga diikutsertakan, melihat fenoma-fenoma ribut tersebut saya sampai menitikan air mata di hadapan bu kabid, dengan pertimbangan jangan sampai ribut.

Tetapi sebenerarnya saya juga punya kepentingan untuk menjadi pranata komputer karena dengan sebutan pranata komputer bisa sebagai justifikasi terhadap apa-apa yang saya lakukan selama ini dimana saya bekerja mengendalikan domain, server, aplikasi  dsb, (-- bahkan kenapa pegawai BKPSDM menanyakan ketidakikutsertaan saya di usulan prakom, karena saya waktu itu sedang memegang server proxmox yang didalemnya terdapat VPS Simpeg, bahkan website BKPSMD pun saya yang bikin). Begitupula dengan ketidak ikut sertaan di pranata komputer bisa berbahaya dan merugikan bagi saya karena itu bisa menjadikan justifikasi musuh dan orang-orang yang ga suka kepada saya untuk menunjukannya kepada "someone out there" sehingga menjadikan putih bagi orang lain, dan hitam bagi saya.

Beberapa minggu/bulan kemudian, datanglah surat undangan dari BKPSDM untuk sosialisai pranata komputer, dan sayapun secara antusias menghadirinya ke kantor BKPSDM ( -- sekali lagi saya antusias pergi sendiri, isu-isu yang beredar saat ini ketika saya menulis ini, saya tidak mau datang sehingga bu roro perlu nelpon saya untuk segera datang). 

Acara berlangsung di aula bkpsdm, ketika masuk saya melihat peserta yang sudah hadir cukup banyak, beberapa diantaranya saya kenal ( opetaror website kecamatan ), dan untuk dari diskominfo waktu itu sudah hadir cecep syamsul (alm), anjar, retno ( bu yuli walau sarjana tidak diikutkan ternayata), dan saya memilih duduk memisah dengan teman-teman diskominfo, memilih menyendiri duduk di sudut kanan belakang aula,

Acara diawali dengan pengantar dari Kepala Badan, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pembicara lainnya, diskusi dan tanya jawab. dari sosialisasi tersebut ada istilah baru yang selama ini tidak pernah saya kenal, yaitu istilah "impassing" serta istilah "pejabat" fungsional pranata komputer. Bahkan saya tergiang-giang saja di pikiran saya akan ketidak mengertian ucapan kepala badan yang mengatakan "Ayeuanamh mending jadi pejabat fungsional, ketimbang struktural .... karena ini itu dst", memang fungsioanl itu pejabat yang ada di pikirannku. karana selama ini istilah prakom tidak melakat dengan istilah jabatan/pejabat.

Sedangkan untuk istilah fungsional komputer sendiri bagi saya bukan hal yang baru, sejak 2009 gembar-gembor fungsioanal komputer menjadi isu isu harian di diskominfo. Sehingga ketika acara sosialiasai tersebut saya sudah membaca segudang informasi terkait pranata komputer, sehingga waktu itu saya memperkirakaan saya bakal masuk ke bagian mana dan berapa honor yang saya dapatkan.

Kenapa akhirnya saya memutuskan untuk tidak ikut impassing prakom waktu itu, dan kenapa pula saya bertahan tidak ikut inpassing fase berikutnya ketika saya mendapatkan info terbaru tentang "Jabatan/Pejabat", dan kenapa pula ketika hasrat dihati dan didompet berubah ingin menjadi "pejabat" fungsional prakom saya malah tidak diikutsertakan di fase impassing berikutnya. akan saya uraikan selanjutnya..

Nantikan,, 

Bismillah, malem ini (23/09/21) pukul 01.25 WIB dinihari tulisan ini saya teruskan, ya saya tulis malem dini hari ini selepas sholat isya dan jamak takhir maghrib, karena sesampainya dari bdg pukul 8 malem, saya menunda sholat, karena kepala saya pusing, saya langsung makan bodrex, dan langsung tidur2an istirahat sambil membuka zoom meeting pelatihan online DTS Kominfo "Alibaba Cloud Asosiate". Selepas salatpun saya ga bisa tidur, mengigat tadi mimpi bernagai macam hal buruk yang bikin spot jantung, jadi daripada saya tidur melanjutkan mimpi buruk, lebih baik saya menulis tulisan ini.

 

Intinya kenapa saya ga ikut impassing prakom fase pertama, karena saya berkesimpukan bahwa apabila saya ikut prakom, bukan menguntungkan dan bermanfaat saya yang sejak awal saya prediksikan, tetapi sebaliknya akan merugikan saya dilihat dari sisi karier pekerjaan maupun sisi keuangan, bahkan sebaliknya untuk sisi ghaib bisikan pun dengan ikut menjadi prakom akan sangat berbahaya, kenapa

perrtama, setelah membaca seksama tentang jenis2 dan uraian oekerjaan yang ada di level saya nanti, saya melihat uraian dan jenis pekerjaan itu, hampir semua berbeda dengan pekerjaan2 IT yang saya kerjakan saat ini, sehingga otomatis pekerjaan2 yg saya kerjaan tidak bisa dijadikan angka krediit, alih2 bakal cepat menundudki pangkat golongan, dengan ga ada kegiatan aktifitas yang bisa dimasukan ke angka kredit, saya mengkalkulasikan keiankan pangkat saya justru akan lebih dari kenaikan pangkat reguler non jafung,

kedua mengenai sisi keuangan, setelah diitung2, dengan ikut jafung hanya ada peningkatan sebasr 100ribuan sebulan. coba anda hitung, pada saat itu penghasilan saya selain gapok adalah honor admin website sebesar 400 ribu, dan tunj fungsional umum 180 ribu, totak 580 ribu. Sedangkan klo ikut jafung saya hanya mendapatkam honor berupa tun jafung kelas terampil mahir kurang lebih 600 ribu,, untuk tunjangan jafung umumnya otomatis hilang, begitupun tunj honor admin web, saya prediksikan hilang, kar3na ada statemen bahwa tidak boleh menerima honor lainnya,, jadi hanya ada peningkatan sekitar 100 ribuan, jadi jelas2 ini dari sisi keuanganpun tidak begitu menggairahkan.

kemudian ada faktor lain yang menjadi penentu juga yang menyebabkan saya ga ikut jafung, yaitu masalah rotasi pegawai, saya melihat dengan berlaih ke jafung dapat dipastikan saya bakal dipindah dan dialihtugaskan, karena secara formil jafung itu terpisah dari bidang, di bawah sekretariat, klo saya ikut, saya yakin 700 persen masalah demarkasi birokrasi ini akan diterpakn dengan alasan mengikuti aturan tentunya, dan dengan begitu perlahan2, domain, aplikasi dan server website tidak akan say pegang dibrrikan ke bidang, disisi lain juga dengan berbindah di ruangan khusus prakom saya menjadi sepi kegiatan, sehingga dengan begitu akan sangat menguntungkan bagi yang selama ini pura2 menjadi saya, dia akan membuka bagian ini ke "someone out there", sehingga dia akan berkesimpulan bahwa memang benar bahwa selama ini yang mengelola domain, admin website bahkan servernya, bukan si luki, dan itu akan sangat berbahaya bagi saya.

itulah mengapa di ujung saya melaporkan ke kabid saya, dan saya memutuskan untuk tidak ikut prakom.

Kebayang kan pasti anda tertawa terbahak2.. keributan, air mata dan perjuangan diawal2 untuk ikut prakom menjadi sia-sia ketika saya memutuskan ga ikut prakom, geuning kieu atuh akhirna.

 

Ok fase pertama sudah saya uraikan, beranjak ke fase kedua dari keseluruhan 3 fase yang dapat saya kelompokan mengenai kenapa saya  bukan prakom

 

Suatu hari, mungkin kurang lebih setahun setelah saya memutuskan dan melalor ke bu kabid untuk tidak ikut prakom dengan.

 

eh eh eh,, baterainya habis para pendengar,,

ok kita  lanjutkan dilain waktos....